HALIYORA.COM

CEPAT & AKURAT

Idul Fitri dan Perayaan Kemenangan di Tengah Pandemi Covid-19

Ternate, Haliyora.com

Shalat Idul Fitri merupakan ibadah dan salah satu ketentuan dalam syariat Islam, menjadi simbol serta ekspresi kemenangan dari menahan nafsu selama bulan Ramadhan.

Walaupun hukumnya sunnah, namun semua ummat Islam tidak mau ketinggalan melaksanakan shalat pada hari raya terbesar ummat Islam setahun sekali itu.

Itulah mengapa, jika tiba waktunya, semua ummat Islam berbondong-bondong ke Masjid atau lapangan untuk merayakan Idul Fitri dengan melaksanakan shalat dua raka’at secarah berjama’ah.

Akan tetapi, di masa Pandemi Covid-19 kali ini, mungkinkah ummat Islam harus berkumpul dalam jumlah yang banyak di Mesjid atau di lapangan untuk menunaikan shalat Idul Fitri berjama’ah ? Sementara sebaran virus berbahaya itu mengintip pada setiap kerumunan massa.

Oleh karena itu Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengeluarkan Fatwa terkait pelaksanaan shalat Idul Fitri di tengah Pandemi Covid-19.

Dalam Fatwa Majelis Ulama Indonesia, nomo 28 Tahun 2020 tentang Kaifiat Takbir dan Shalat Idul Fitri saat pandemik Covid-19 mengisyaratkan pelaksanaan shalat Idul Fitri berjamaah boleh di lapangan, masjid, musallah atau tempat lain dengan syarat, jika pada saat 1 Syawal 1441 H. berada di kawasan yang sudah terkendali, ditandai dengan angka penularan menunjukkan kecenderungan menurun dan kebijakan pelonggaran aktifitas sosial yang memungkinkan terjadinya kerumunan atau berda di kawasan yang bebas Covid-19 dan diyakini tidak terdapat penularan.

suasana sholat idul fitri (foto: Istimewa/google.com)

Meski tidak secara tegas melarang pelaksanaan shalat Idul Fitri 1441 H dilaksanakan secara berjama’ah, namun Fatwa MUI itu mengisyaratkan juga shalat Idul Fitri dapat dilaksanakan tidak dengan cara berjam’ah di masjid, musallah maupun lapangan dan boleh dilakukan secara berjama’ah di rumah atau secara sendiri yang juga dibenarkan dalam syariat Islam jika berada dalam kawasan yang dianggap membahayakan.

Lalu bagaimana rencana pelaksanaan shalat Idul Fitri tahun 1441 di Maluku Utara, khususnya di Kota Ternate di tengah pandemic Covid-19 yang menunjukkan angka penularan meningkat setiap harinya saat ini.

Sekedar diketahui, bahwa angka pasien terkonfirmasi positif Covid-19 di Maluku Utara hingga pada Minggu (17/05/2020) tercatat sebanyak 92 orang, dimana Kota Ternate menempati urutan teratas dengan 50 kasus pasien positif.

Di Kota Ternate sendiri sudah ada dua pengurus masjid menegaskan akan menggelar shalat shalat Idul Fitri berjama’ah di masjidnya, yaitu Masjid Raya Al-Munawar dan Masjid Taqwa Akehuda. Tidak menutup kemungkinan semua masjid di kota ini juga akan menggelar shalat berjama’ah.

“Shalat idul Fitri tahun ini, Masjid Al Munawwar tetap lakukan shalat berjamaah,”tegas wakil ketua Badan Ta’mir Mesjid (BTM) Al Munawar, H. Rustam Hamzah via whatsapp beberapa hari lalu.

Pernyataan yang sama disampaikan imam Masjid Takwa Akehuda, Artaki Jabar. Katanya, pengurus masjid sudah lakukan rapat bersama dan memutuskan untuk laksanakan shalat Idul Fitri berjama’ah di masjid Taqwa.

“Kami akan mengadakan shalat Idul Fitri berjama’ah di masjid. Kami sudah putuskan dalam rapat bersama dengan para khatib dan modim,”ujar Imam Masjid Taqwa. Artaki Jabar, saat dikonfirmasi, Minggu (17/05/2020).

Sementara, menurut Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Ternate, Usman Muhammad, bahwa Fatwa MUI itu sudah jelas sehingga dapat dijadikan rujukan dalam pelaksanaan shalat Idul Fitri tahun ini.

“Fatwa MUI ini kan sudah sangat jelas, jadi seharusnya pemerintah jadikan rujukan untuk mengambil satu keputusan yang tegas,”ujarnya saat dihubungi, Kamis (14/05/2020). (Red)

Tinggalkan Komentar

Terbaru

error: Content is protected !!