HALIYORA.COM

CEPAT & AKURAT

Pandemi Covid-19 juga “Gerogoti” PSK di Ternate

Ilustrasi Seorang PSK

Ternate, Haliyora.com

Wabah virus corona atau covid-19 yang sudah menjadi pandemi, banyak memberi dampak ekonomi di kalangan masyarakat. Tidak sedikit yang mengalami penurunan pendapatan termasuk juga dalam bisnis “esek-esek” di Kota Ternate.

Haliyora.com yang mencoba menelusuri kehidupan “bisnis lendir” ini berhasil mewawancarai para pekerja seks komersial (PSK) yang biasanya nongkrong di seputaran jalan di salah satu kawasan di Kecamatan Kota Ternate Tengah.

Ven (inisial), salah satu pekerja seks komersial pada Haliyora.com mengungkapkan, jika pendapatannya menurun drastis pasca pandemi ini. “Saya serta beberapa rekan hampir setiap malam tempat kita di sini. Di emperan jalan ini,” tuturnya membuka percakapan.

Jika sebelum pandemi, ujarnya, sering mendapat uang hasil bekerja semalaman berkisar 1,6 sampai dua jutaan. “Kalau sekarang, syukur-syukur bisa dapat satu juta. Paling sering cuma 500 ribu,” tuturnya.

Ven sendiri mengaku mulai “beraksi” pukul 21.00 sampai jam empat subuh. “Sering juga sampai pukul 06.00 pagi. Itu pun kalau masih ada pelanggan. Kalau tidak ada, jam empat, saya sudah pulang,” ucapnya.

Untuk mendapatkan jasa kepuasan darinya, Ven memasang tarif 300 ribu rupiah sekali ‘trip’. “50 ribu rupiah untuk bayar kamar. Jadi bersihnya yang saya terima 250 ribu,” kata wanita berusia 26 tahun itu.

Jika biasanya dirinya dan rekan selalu selektif dalam memilih pelanggan, selama masa pandemi ini, akibat penurunan pendapatan, hal itu tidak berlaku lagi. “Torang (kami) di sini so tara (sudah tidak) sungkan. Mau siapa saja, torang terima. Mau bikin bagaimana lagi. Semua karena faktor ekonomi,” ucapnya terenyuh

Lain dengan NN. Wanita 31 tahun itu justru memanfaatkan teknologi melalui salah satu aplikasi mobile untuk menawarkan jasa kesenangan. Hanya saja, nilainya jauh lebih mahal dari yang ditawarkan Ven.

“Satu juta. Itu jika saya yang buka kamar hotel. Tapi kalau pelanggan yang bersedia buka, tarifnya 800 ribu rupiah,” tuturnya.

Selama masa pandemi ini, NN yang biasanya mendapatkan “suntikan” dua sampai empat juta dalam sehari, kini menurun drastis. “Dalam satu minggu hanya tiga sampai empat orang saja,” ujar NN yang mengaku menerima job tidak rutin namun tergantung ada keperluan. (Riko)

Tinggalkan Komentar

Terbaru

error: Content is protected !!