HALIYORA.COM

CEPAT & AKURAT

Kajari Sebut Dana Desa Area Paling Rawan Korupsi Di Halsel

Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Halsel Fajar Haryowimbuko

Labuha, Haliyora.com

Kejaksaan Negeri (Kejari) menyebutkan Dana Desa (DD) menjadi area paling rawan terjadinya tindak pidana korupsi dari sembilan area rawan korupsi lainnya di Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel).

Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Halsel Fajar Haryowimbuko kepada sejumlah wartawan diruang kerjanya, Kamis (25/6), mengatakan bahwa alasan dirinya menyebutkan DD sebagai area paling rawan terjadi tindak pidana korupsi karena banyaknya laporan masyarakat yang diterima Kejari terkait kasus penyalagunaan DD di Halsel.

Menurut dia, tingkat kerawanan Korupsi DD di Halsel, mengalahkan sembilan titik area Rawan Korupsi lainnya yaitu ; perencanaan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD), penganggaran APBD, pelaksanaan APBD, dan perizinan.

Selanjutnya, pembahasan dan pengesahan regulasi, pengelolaan pendapatan daerah, rekrutmen- promosi- mutasi dan rotasi kepegawaian, pelayanan publik, dan proses penegakan hukum.

“sekarang yang lagi rawan (di Halsel) korupsi DD dari 9 titik rawan korupsi lainnya,”beber Fajar yang baru dilantik 7 bulan lalu sebagai Kajari Halsel.

Akan tetapi, Fajar mengaku pada masa kepemimpinannya sebagai Kajari Halsel belum satupun Kasus penyalahgunaan DD di Halsel yang diproses hukum. Karena menurutnya, ada kebijakan dari Kejaksaan Agung agar Kasus DD lebih dahulu diserahkan kepada Aparat Pengawasan Internal Pemerintah (APIP).

“kebijakan pimpinan Kejaksaan Agung kalau ada laporan dari masyarakat terkait DD maka lebih dititik beratkan pada APIP yaitu inspektorat. Jika hasil audit Inspektorat ada kerugian negara dan kerugiannya signifikan maka bisa disampaikan ke kita (Kejari) atau APH lainnya untuk diproses Hukum,”pungkasnya. (Red)

Tinggalkan Komentar

Terbaru

error: Content is protected !!