HALIYORA.COM

CEPAT & AKURAT

Empat Komoditas Mulai Stabil, Harga Kopra Tembus Rp 7.000/Kg

kepala Balai Karantina Pertanian Kelas II Ternate, Yusuf Patiroy (foto: Jainudin/Haliyora.com)

Ternate, Haliyora.com

Empat subsector komoditas mulai stabil di masa new Normal, meskipun pandemi Covid-19 belum berakhir. Empat subsector itu antara lain Perkebunan, tanaman pangan, holtikultura (buah-buahan) dan peternakan.

Hal itu disampaikan Kepala Balai Karantina Pertanian Kelas II Ternate, Yusup Patiroy kepada Haliyora.com, Senin (20/07/2020) di kantornya.

Pada sektor perkebunan misalnya, Yusup menyebut salah satu komoditas unggulan petani Maluku Utara adalah kelapa (kopra). Kata dia, produksi kelapa tahun ini diperkirakan naik 20 persen. Hal itu kata Yusuf, dipicu oleh kenaikan harga kopra yang sudah mencapai Rp 7.000/kg. Sebelumnya produksi kopra menurun tajam tahun lalu lantaran harganya anjok sampai Rp 2.500/kg.

“Sektor perkebunan itu cenderung meningkat 20 persen karena harga kopra sudah mulai bagus, sehingga petani kelapa sudah semangat lagi. Kalau dulu harga turun jadi orang lebih baik cari kerja sampingan yang mungkin pengsilannya lebih besar daripada kerja kelapa yang harganya cuma Rp 2.500/kg. Tapi sekarangkan Rp 7.000/kg, jadi para petani kelapa suda bergairah,”ujar Yusup.

Sementara pada subsektor tanaman pangan meningkat 24 persen dan holtikultura meningkat 30 persen.

Selain itu, lanjut Yusup, pada subsektor peternakan juga mulai membaik pasca penerapa New Normal. Itu karena, di masa new normal ini, pembatasan sosial mulai dilonggarkan, dan seiring dengan itu, dunia usaha perhotelan, restoran dan rumah makan sudah dibuka kembali, sehingga kebutuhan daging sapi dan kambing ikut meningkat.

Di samping itu, tambahnya, masyarakat juga sudah mulai berani menggelar acara-acara yang yang membutuhkan konsumsi daging yang banyak.

“Setelah new normal, pelaku usaha mulai membuka usahanya lagi, terutama pelaku usaha seperti hotel dan restoran terjadi peningkatan permintaan suplai daging. Masyarakat juga sudah berani menggelar acara-acara besar yang melibatkan banyak orang. Jadi saya kira secara perlahan permintaan daging akan terus meningkat,” tutur Yusup optimis.

Untuk Itu menurut Yusup, dalam masa pandemi ini, sektor pertanian dan peternakan menjadi solusi terhadap peningkatan ekonomi warga.

Untuk itu kata dia, para petani dan pelaku usaha di bidang pertanian atau hasil-hasil pertanian, perkebunan, dan peternakan harus tetap meningkatkan produktifitasnya.

“Olehnya, sekali lagi saya sampaikan, pelaku usaha pertanian agar tetap berproduksi dan menjalankan aktifitasnya untuk memenuhi pangan dalam negeri. Di masa pandemi ini sektor pertanian adalah solusi pasti meningkatkan ekonomi. Tapi tentu dengan tetap mengikuti protokol kesehatan,”imbuhnya. (Riko)

Tinggalkan Komentar

Terbaru

error: Content is protected !!