HALIYORA.COM

CEPAT & AKURAT

Fadila Harap Kaum Perempuan di Halsel Mandiri dalam Menentukkan Sikap Politik

Anggota DPRD Halsel Fraksi Partai NasDem, Fadila Mahmud

Halsel, Haliyora.com

Kaum perempuan di Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel) diharapkan lebih mandiri dalam menentukkan pilihan dan sikap politiknya pada setiap momentum politik. Lebih khusus pada Pemilukada 2020 nanti. Ini disampaikan oleh Anggota DPRD Fraksi Nasdem Fadila Mahmud, kepada Haliyora.com di ruang Komisi I DPRD Halsel, Selasa (28/7).

Fadila mengatakan bahwa kemandirian kaum perempuan dalam menentukkan sikap dan pilihan politik akan menjadi kekuatan luar biasa dalam menentukkan lahirnya pemimpin yang berkualitas di Halsel.

Menurut Anggota DPRD asal Kayoa ini, peluang kaum perempuan di Halsel dalam berpartisipasi aktif untuk menentukkan pemimpin yang berkualitas di Halsel sangat besar, “potensi terbesar bisa dilihat dari partisipan laki-laki 80.146 dan perempuan 77.095 dari total jiwa pilih 157.241 daftar pemilih tetap (DPT), partisipasi kaum perempuan juga mengimbangi pemilih laki-laki,” ungkap Fadila.

Untuk itu, kata Fadila, dibutuhkan kecerdasan perempuan dalam berpartisipasi agar bisa mengukur sejauh mana program dari visi dan misi para bakal calon Bupati Halsel yang benar-benar konsen terhadap masalah ekonomi yang mensejahterakan masyarakat, Pendidikan, pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak.

“Saya berharap perempuan juga mampuh menjadi kekuatan dalam konstalasi Politik Pemilukada Halmahera Selatan, untuk menjadi pemilih cerdas yang berkualitas, memilih figur yang layak untuk pemimpin yang dapat menjawab kemaslahatan masyarakat”, pintanya.

Akan tetapi, anggota legislatif perempuan ini mengakui bahwa masih banyak kaum perempuan di Halsel yang belum mandiri dalam menentukkan sikap dan pilihan politiknya. Ini disebabkan masih kurangnya sumber daya manusia dari kalangan perempuan yang berpartisipasi aktif dalam kancah politik di Halsel.

“sikap dan pilihan politik kaum perempuan di Halsel masih banyak yang dipengaruhi oleh laki-laki karena alasan kepala keluarga, saudara, dan bisa jadi salah satu kelemahannya juga pada tingkat pendidikan perempuan itu sendiri,”akunya. (Asbar)

Tinggalkan Komentar

Terbaru

error: Content is protected !!